Keindahan si kawah yang berubah warna

Palembang merupakan Ibu kota dari Sumatera Selatan, di kota ini terdapat sebuah gunung yang cukup menarik banyak pendaki Karena keindahan kawahnya.  Gunung tersebut adalah Gunung Dempo.

Gunung Dempo merupakan gunung dengan ketinggian ± 3159m dpl, yang menarik dari gunung ini selain pemandangannya yang begitu indah dengan kebun teh yang menghampar berhektar-hektar juga adalah kawahnya yang bisa berubah warna pada waktu-waktu tertentu. Warna kawahnya terkadang putih , biru atau hijau. Desa terdekat dari Gunung dempo adalah kampung ampat, desa ini memiliki keunikan, masyarakatnya hampir semuanya berasal dari suku Jawa, bahasa yang digunakan pun bahasa jawa, masyarakat yang ada sekarang merupakan keturunan dari para transmigran dari daerah Jawa, pada masanya desa ini menjadi daerah tujuan trasnmigrasi.

Tidak diperlukan ijin khusus untuk mendaki gunung ini, cukup melapor ke kepolosian setempat. Kuncen gunung ini adalah pa Anton , yang bertempat tinggal di dekat pabrik PTPN gunung dempo.

Akses menuju Gunung Dempo

Gunung Dempo secara administratif terletak Kecamatan Pagar Alam, untuk menuju kesana dari  Jakarta kita bisa langsung menggunakan travel sinar dempo, yang berkantor di kalideres. Tarifnya Rp 160.000,-/orang, waktu tempuhnya ± 21 jam,  travel ini akan mengantar kita sampai kota Lahat, dari Lahat kita lanjutkan dengan menaiki bus telaga biru , tarifnya Rp 30.000,-/orang sampai di pabrik PTPN Gunung dempo dengan waktu tempuh ± 3 jam. Dari sini kita hanya perlu berjalan kaki menuju rumah Pa Anton sekitar 100m , di rumah Pa Anton kita dapat menginap, untuk menunggu truk yang menuju kampung ampat keesokan harinya . Truk ini biasa mengangkut para karyawan PTPN ke kebun teh untuk memetik teh. Tidak ada tarif khusus yang diberikan oleh supir truk, kita cukup memberikan uang secukupnya untuk ucapan terima kasih, waktu tempuhnya ± 1 jam.

Jalur pendakian

                Dari kampung Ampat kita akan berjalan kita akan menuju pintu rimba, jalannya berupa jalan aspal berkerikil yang mengitari kebun teh. Jalannya berliku-liku , patokan menuju pintu rimba adalah plang perhutani. Dari plang tersebut kita akan mulai memasuki jalur hutan, disini jalurnya masih berupa semak-semak dan kebun teh. Waktu tempuh dari Kampung Ampat sampai pintu rimba ± 1jam.

Dari pintu Rimba perjalanan kita lanjutkan menuju shalter 1, diawal penrjalanan jalurnya berupa gorong-gorong setinggi pinggang orang dewasa, jalurnya di dominasi oleh tanah lempung, jsetelah melewari gorong-gorong kita akan bertemu jalur yang cukup ekstrem , jalurnya sudah mulai terjal dengan kemiringan ± 75° , undakannya mencapai pinggang orang dewasa. Jlaurnya di dominasi oleh tanah berakar. Waktu tempuhnya ± 1,5jam . Shalter 1 berupa tanah lapang yang cukup untuk dua tenda, disini juga kita akan menemui sumber air, yang berada ± 75 meter kearah kanan bawah jalur. Jenis vegetasi dalam perjalanan ini masih berupa pohon-pohon besar hutan tropis.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju shalter 2 , dalam perjalanan ini kita masih disugukan oleh jalur eksterm gunung Dempo, kemiringan jalurnya masih berkisar antara 75°-80°, dominasi jalurnnya berupa akar-akaran , yang menuntut penggunaan tangan lebih aktif dan penguasaan teknik scrambling.  Waktu tempuh dari shalter 1 sampai shalter 2 ± 46 menit. Shalter 2 ini berupa tanah lapang  yang cukup untuk tiga tenda, disini terdapat sumber air di sebelah kanan jalur kearah bawah ± 50 meter. Jenis vegetasinya masih berupa pohon-pohon besar jebis hutan tropis. Baik di shalter 1 dan shalter 2 da papan penunjuk yang menandakan keberadaan shalter tersebut.

Selanjutnya kita akan menuju puncak dempo, Karakter jalur dan vegetasi dari shalter 2 menuju puncak dempo terbagi dua , pada awal pendakian   masih berupa undakan-undakan setinggi pinggang orang dewasa. Kemiringan jalunya juga masih berkisar antara 75°-80°, jenis vegetasinya berupa pohon-pohon kecil yang berlumut, teknik scrambling masih sangat dibutuhkan pada awal pendakian ini. pohon centigi juga mulai bermunculan yang menandakan kita akan sampai pada batas vegetasi, setelah melewati batas vegetasi kita akan menemukan karakter yang berbeda pada jalunya, jalurnya berupa batuan cadas dengan kemiringan juga antara 75°-80°, disini dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi untuk melewati jalurnya, karena jalurnya sangat licin.  Setelah melewati batu cadas, sekitar setengah jam lagi kita akan sama[ai di puncak dempo, puncak dempo berupa tanah lapang yang masih ditumbuhi pepohonan centigi, dari puncak dempo kita melanjutkan perjalanan menuju pelataran, dibutuuhkan waktu hanya sekitar 15 menit, pelataran ini berupa alun-alin luas yang ditumbuhi pohon centigi dan beberapa tanaman endemik gunung Dempo, terdapat sumber air disini, letaknya cukup terlihat jelas karena berupa aliran sungai  kecil yang berujung pada sebuah telaga, telaga ini disebut telaga putri.

Puncak merapi merupakan puncak tertinggi Gunung Dempo , ketinggiannya ± 3159 m dpl, dari pelataran hanya dibutuhkan waktu ± 20 menit , dari sini kita dapat melihat keindahan kawah Gunung Dempo yang bisa berubah warna pada waktu-waktu tertentu, kadang air kawahnya berwarna putih, kadang hijau dan kadang biru. Waktu tempuh keseluruhan dari shalter 2 sampai puncak merapi ± 1,5 jam dengan catatan kita tidak membawa beban berat, cukup membawa snack dan perbekalan lain yang dibutuhkan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s